Di mana letaknya hatiku?

mengapa ramai orang menjerit bila sedang dalam kemarahan?
mengapa ramai orang meninggikan suara kepada satu sama lain ketika mereka marah?

kerana kita tidak tenang, sebab itu kita menjerit..?

tapi kenapa perlu menjerit walaupun orang tersebut berada di sebelah kita?
tak bolehkah kita bercakap dengan menggunakan suara yang lemah lembut?
kenapa kena menjerit pada seseorang bila anda sedang marah?

ketika dua orang sedang marah,
jarak antara hati mereka begitu jauh
untuk mendekatkan hati mereka
mereka harus menjerit supaya suara hati mereka
dapat didengar satu sama lain

semakin mereka marah,
semakin kuat suara mereka

* * * *

kehilangan itu
telah memisahkanku dari keduanya
tiada lagi pelindung secara zahirnya
tiada lagi pendengar setia secara batinnya

bicaraku bagaikan tidak bersuara
laguku bagaikan tak berirama

dan nukilanku hanya bersarang di minda
dan di dada.

terlalu sukar untuk diutara
kerna semuanya dipandang noda

maka,
tiada lagi semuanya

prasangka telah membunuh semuanya
dan semuanya bagai menikam dada.

aku tetap cuba untuk melahirkan suasana itu semula
ternyata hanya kegagalan yang aku terima
ditambah darah muda yang kian membara

hari ini aku berteleku berdoa
berserah kepada yang Esa
ku pulangkan ujian ini kepadaNya

kerna,
ku tahu Dia maha pengasih kepada hamba-hambanya

Ya Allah,
hari ini aku menadah tangan berserah kepada Mu Ya Allah
aku berserah atas segala ujian yang Kau kurniakan kepada ku,
atas segala nikmat yang kau limpahkan kepada ku Ya Allah.

sesungguhnya aku redha dengan apa yang kau aturkan kepada ku,
dan aku tahu akan ada jalan jalan keuntungan di sisi mu Ya Allah
walaupun jalan jalan itu dipandang tewas di sisi orang lain.

“Cukuplah bagi kami ini Ya Allah,Dialah sebaik baik tempat diserahkan urusan”

Advertisements

One thought on “Di mana letaknya hatiku?

  1. ayah,
    aku rindu,
    saat kau mengusap air mataku
    dan mencabar kelelakian ku demi air mataku

    ayah,
    aku rindu,
    saat kau mengangkat dari jatuhku
    dan meniup lukaku

    ayah,
    aku rindu
    saat kau memarahiku
    demi setiap kenakalan dan kedegilanku

    ayah,
    aku rindu,
    saat kau memujukku dan menasihatiku
    selepas dimarahi ibu

    ayah,
    aku rindu,
    saat kau menolak permintaanku
    kerna bagimu aku perlu usaha untuk mendapatkan sesuatu

    ayah,
    aku rindu
    di saat kau mengusik ingin meninggalkanku
    di pintu universiti dahulu
    kerna bagimu, berdikari itu sesuatu yang perlu

    ayah,
    aku rindu,
    di saat kau duduk memerhatikanku
    dengan kenakalanku
    ketika memandu.

    ayah,
    aku rindu,
    saat kau mengusik ibu,
    dan hilai tawa kami mengiringi telatahmu

    dan kini,
    apalah maknanya sebuah rindu itu
    kerna kau telah tiada
    dan hanya tinggal kenangan bersamamu
    serta doa yang bisa dikirim,
    pengganti rindu yang kian bertandang dikalbu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s