Jika benar khabar itu

bagaimana kau merasa bangga
akan dunia yg sementara
bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
meninggalkan dirimu

bagaimanakah bila saatnya
waktu terhenti tak kau sadari
masikah ada jalan bagimu untuk kembali
mengulangkan masa lalu

dunia dipenuhi dengan hiasan
semua dan segala yg ada akan
kembali padaNya

bila waktu tlah memenggil
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati tingallah sepi

Jika bisa ku berikan sekelumit keinsafan.
Kepada kau sudah tentu ku berikan,
Agar kau bisa keluar dari kesesatan
Yang bakal mengundang kehancuran.

Akan tetapi, aku bukanlah tuhan.
aku tetap insan
yang kadang kalanya turut membuat kesalahan

Namun,
Apa yang aku mampu zahirkan,

Sedarlah wahai kawan,
Sedarlah wahai insan.

Syurgamu di bawah tapak kakinya.
Keredhaan mu disandarkan keatas redhanya dia keatas hidupmu.

Hidup ini hanyalah satu persinggahan.
Persingahan yg terlalu singkat.
Terlalu singkat untuk dipersiakan dengan kelalaian dunia yg bisa menghancurkan.
Rugi di dunia, rugi di pengakhiran.

Tetap dalam doaku agar anggapan ku hanya khayalan.
Dan kau masih dalam keredhaan tuhan.

Advertisements

2 thoughts on “Jika benar khabar itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s