kopipes

Usai menyanyikan lagu Topeng Kota, hadirin bertepuk tangan tanda amat berpuas hati dengan persembahan Bart Rasta.

Dia memandang hadirin.

“Hari ini ada manusia yang baru temui cinta!” Dia menjeling ke arah Ali dan Sarah. Ali tersipu-sipu malu.

“Ya! Betul! Betul!” Aman menjerit sambil ketawa.

“Tetapi ingat, hari ini ada juga manusia yang putus cinta!” Bart Rasta mengangkat jari telunjuknya seperti seorang yang sedang  memberi amaran.

“Tetapi apa maksudnya putus cinta?” dia merenung satu persatu manusia yang hadir.

“Kekasih hati lari kepada lelaki lain!” Seorang hadirin menyampuk.

“Apakah kalau begitu mestikan kita namakan dia ‘putus cinta’? Sang perempuan masih terus bercinta, tetapi cuma dengan lelaki lain, manakala sang lelaki, dia akan bercinta lagi, cuma dengan perempuan lain, masakan cinta terputus kalau begitu?”

Bart Rasta menghampiri hadirin. Kemudian menjauhi mereka. Dia berada di tengah jalan.

“Nah, kalaulah putus cinta itu buat orang berduka, mengapa acap kali kita memutuskan cinta tuhan terhadap kita? Kenapa kita membiarkan tuhan duka, kerana kita tidak menyintainya lagi?”

Hadirin angguk, tanda faham apa yang cuba disampaikan oleh Bart Rasta.

“Putus cinta sesama manusia, akan ada penggantinya. Tapi tuhan hanya satu dan dia kalau dia mengambil keputusan untuk tidak lagi mencintai kita, tiada tuhan kedua untuk kita terima cinta yang agung…”

Hadirin bertepuk tangan

Nazri M. Annuar (2010)
“Karipap Karipap Cinta”
PTS Publications. pg.246-247

Advertisements

2 thoughts on “kopipes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s