“tiada yang lengkap, tiada yang sempurna
tiada yang utuh tanpa pelengkapnya
jika ditanya hati berdamba
apalah jua akan dikata”fawzanaziz,2008
Hanya seorang pelajar golongan marhaen yang mencoret, mencatit dan mengukir isi hatinya dari apa yang dipandang dari perspektif mata dan sudut hatinya.
Subjektif.
Tiada yang salah, tiada yang benar benar betul.
terpulang pada interpretasi si dia yang membaca
Namun, jika setiap baris itu bisa memberi makna,
maka hargailah ia sementara ia masih ada.