
malam yang gelita
perjalanan menuju pantai timur
ku susuri cermat agar selamat
hujan renyai masih membasahi bumi
sejuk
penghawa dingin sudah ditalakan ke minima
namun dinginnya masih menusuk dada
jarak penglihatan yang agak pendek
kadangkala membuahkan risau di jiwa
tragedi lepas menambahkan lagi gusarnya
persimpangan membuatkan aku bersuara
“bapak, ikut jalan mana satu ni..?”
aku terdiam tergamam.
bagaikan tak percaya apa yang keluar dari mulutku
Ayah mertua yang mamai menunjuk ke arah Kuala Terengganu
dan kembali ke lenanya
MasyaAllah,
rindunya aku dengan waktu dulu
Advertisement
Indah sekali…